Rabu, 23 Oktober 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia Sejarah Dan Perkembangan Asuransi di Indonesia

Shintia Efriyani
26211751

3EB10

Sejarah Dan Perkembangan Asuransi di Indonesia
Asuransi masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda yang dipicu oleh sektor perkebunan dan perdagangan. Masuknya asuransi ke Indonesia adalah setelah berdirinya sebuah perusahaan Asuransi Belanda yaitu De Nederlanden Van 1845. Di Indonesia, oleh orang Belanda didirikan sebuah perusahaan asuransi jiwa pertama dengan nama Nederlandsh Indisch Leven Verzekering En Liefrente Maatschappij (NILMIY) dimana perusahaan ini terakhir diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dan berubah menjadi PT. Asuransi Jiwasraya. Pada tahun 1853 terdapat perusahaan asuransi kerugian pertama di Indonesia yaitu Bataviasche Zee End Brand Asrantie Maatschappij. Pada tahun 1912 didirikan perusahaan asuransi jiwa bernama Asuransi Jiwa Boemi Poetra 1912. Nasionalisasi Perusahaan Asuransi Asing Pada tahun 1973 Perusahaan Negara Asuransi Bendasraya digabungkan dengan PT Umum Internasional Underwriter menjadi PT. Asuransi Jasindo.
Asuransi, yang pengertian secara umumnya yaitu perlindungan properti dari suatu hal tidak di duga yang menyebabkan kerugian. Bisnis asuransi hadir di Indonesia pada awalnya ketika zaman penjajahan Belanda, dimana pada saat itu negara kita masih di sebut dengan Nederlands Indie. Masuknya asuransi ke Indonesia itu sendiri akibat keberhasilan bangsa Belanda pada beberapa sektor di negeri jajahannya, seperti sektor perkebunan dan perdagangan. Untuk menjamin keberlangsungan usahanya, maka adanya asuransi sangat diperlukan. Dengan demikian perkembangan asuransi di Indonesia di bagi dalam kurun dua waktu, yaitu zaman penjajahan sampai tahun 1942, dan zaman perang sesudah Perang Dunia II atau zaman kemerdekaan. Dan ketika itu beberapa perusahaan asuransi yang ada di Hindia Belanda pada zaman penjajahan adalah perusahaan-perusahaan asuransi yang didirikan oleh Belanda, Inggris, dan negara lainnya. Dengan sistim monopoli yang dijalankan di Hindia Belanda, perkembangan asuransi kerugian di Hindia Belanda terbatas pada kegiatan dagang dan kepentingan bangsa Belanda, Inggris, serta bangsa-bangsa Eropa lainnya. Manfaat serta peranan dari asuransi sendiri belum di kenal oleh masyarakat, terutama masyarakat pribumi. Adapun jenis asuransi yang telah diperkenalkan di Hindia Belanda pada waktu itu masih sangat terbatas dan sebagian besar masih terdiri dari asuransi kebakaran dan asuransi pengangkutan. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor masih belum memegang peran, saat itu jumlah kendaraan bermotor masih sangat minim, karena sebagian besar masih dimiliki oleh bangsa Belanda dan bangsa asing lainnya. Namun perkembangan asuransi saat ini di Indonesia terdapat beberapa jenis asuransi. Seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan, dsb. Salah satu contoh perusahaan asuransi kendaraan yang ada saat ini adalah Adira, dengan tagline Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia. Tetapi pada masa Perang Dunia II kegiatan peransuransian di Indonesia sempat terhenti, karena ditutupnya perusahaan-perusahaan asuransi milik Belanda dan Inggris.
Untuk kesejahtraan rakyat, pemerintah juga mendirikan perusahaan asuransi sosial yang melaksanakan kegiatannya berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yaitu :
·         Asuransi Jasa Rahardja untuk asuransi kecelakaan lalu lintas
·         Perum Taspen untuk Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri
·         Perum Asabri untuk anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
·         Jamsostek, yaitu asuransi kecelakaan tenaga kerja perusahaan swasta
Prediksi tumbuh pesatnya industri asuransi syariah di tingkat global dinilai juga akan diikuti oleh perkembangan asuransi syariah tanah air. Upaya pemerintah mengembangkan perbankan syariah diyakini berdampak positif pada asuransi syariah. ndustri asuransi syariah Indonesia masih tergolong kecil padahal negara ini memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia. “Ini menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membesarkan industri keuangan non bank, terutama asuransi,” di luar negeri seperti Eropa dan Amerika, industri asuransi sangat maju. Bahkan tidak jarang perusahaan asuransi di sana memiliki industri pesawat, kilang minyak bahkan mempunyai bank. Syakir berujar industri asuransi erat kaitannya dengan kemakmuran rakyat. Semakin makmur masyarakat, industri asuransinya semakin maju. “Kita di Indonesia masih banyak penduduk kelas menengah ke bawah sehingga industri ausransi tidak sebesar perbankan,”
Keberpihakan pemerintah sangat diperlukan untuk mengambangkan industri asuransi syariah. Syakir mengapresiasi upaya pemerintah yang terus mencari formula mengembangkan industri keuangan syariah Indonesia. Saat ini Kementerian BUMN tak henti mencari inovasi membesarkan perbankan syariah. Bank Indonesia (BI) juga berjuang keras mengembangkan industri keuangan syariah. Segala macam kebijakan pun sudah dikeluarkan BI untuk mencapai tujuan tersebut. Saat ini giliran OJK sedang mencari formula mengembangkan lembaga keuangan syariah non bank.
Tantangan terbesar yang dihadapi industri asuransi syariah tanah air adalah Sumber Daya Manusia (SDM).  Pasalnya saat ini sekolah ekonomi syariah lebih memusatkan pada pendekatan fiqih, padahal menurut Syakir pendekatan ekonomi juga sangat dibutuhkan. Selain itu, jumlah pakar atau doktor-doktor syariah di Indonesia masih sedikit. “Produksi doktor ekonomi syariah justru banyak dari Inggris, Malaysia dan Pakistan. Di Indonesia malah sedikit,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar