Badai
di Filipina
"Haiyan" salah satu badai terparah
dalam catatan meteorologi mengamuk sejak Jumat di Leyte dan Samar. 800.000
penduduk sempat dievakuasi, lebih dari satu juta orang kehilangan tempat
tinggal. Sekurangnya 10.000 orang tewas akibat terjangan badai sangat ganas
Topan Haiyan di Kota Tacloban dan ratusan lainnya di sejumlah daerah di bagian
tengah Filipina pada Jumat malam. Sedangkan ratusan ribu orang kehilangan
tempat tinggal. Topan ganas itu telah meluluhlantakkan seluruh rumah, sekolah
dan bandara di Tacloban.
Dilansir BBC, hingga Minggu malam tim SAR belum
berhasil menjangkau sejumlah kota kecil dan desa-desa yang terisolasi sejak
badai menyerang. Di banyak tempat, tidak ada air bersih, tidak ada listrik dan
hanya ada sedikit makanan. Warga yang selamat menjarah sejumlah toko, bahkan
termasuk toko elektronik untuk dijual guna mendapatkan makanan. Ribuan tentara
telah dikerahkan ke zona bencana dan pesawat kargo militer terbang untuk
mengangkut pasokan makanan. Namun tim SAR mengalami kesulitan karena
jalan-jalan yang rusak dan puing-puing bangunan.
Topan Haiyan kini telah menerjang negara tetangga
Vietnam dan menghantam daerah dekat tujuan wisata Teluk Ha Long dengan
kecepatan angin hingga 149 kilometer per jam. Sekitar 600.000 orang telah
dievakuasi di beberapa wilayah di propinsi utara. Badai terus bergerak dan
mendekati perbatasan Cina. Namun kecepatan badai menurun dan masuk Kategori
Satu. Pemerintah Cina juga mengeluarkan siaga waspada untuk wilayah Guangdong,
Hainan.
Upaya penyelamatan di Filipina kini difokuskan
pada Propinsi selatan, Propinsi Leyte dan ibukotanya Tacloban. Namun petugas
kesulitan mendistribusikan bantuan karena medan yang sulit dilalui, juga
terjadi aksi penjarahan dan sulitnya menertibkan masyarakat. Penjarahan terjadi
dimana-mana terutama di supermarket besar dan pusat perbelanjaan. Hampir
seluruh rumah rata dengan tanah akibat badai masif yang menyertai Topan Haiyan.
Para penjarah mengambil apa saja termasuk televisi untuk dijual lagi guna
mendapatkan makanan. Badai itu begitu ganas hingga mengandaskan sebuah kapal
besar ke pantai. Gelombang setinggi 10 meter telah menghanyutkan banyak
kendaraan. Kota terdekat Padi juga rusak parah.
Namun terparah adalah Kota Tacloban. Ini adalah
kota pertama di Filipina yang berhasil dibebaskan dari tangan penjajah Jepang
dalam Perang Dunia II. Jendral Amerika Douglas MacArthur pertama kali mendarat
di kota ini pada Oktober 1944. Tacloban sempat menjadi ibukota Filipina hingga
Februari 1945. Setelah badai menerjang, penduduk masih panik dan ketakutan.
Banyak orang berkumpul di bandara yang rusak dalam upaya keluar dari kota itu.
Sementara di Propinsi Samar Timur, sekitar 309 orang tewas di Kota Basry dan
2.000 lainnya hilang serta banyak yang terluka. Komunikasi masih terbatas di
banyak wilayah. Di Guiuan, sebuah kota berpenduduk 40.000 ribu jiwa dekat
lokasi badai Haiyan menerjang, seluruh rumah rata dengan tanah dan jalan penuh
dengan puing-puing. Sedangkan Kota Baco di Propinsi Oriental Mindoro di barat
laut, sekitar 80 persen berada di bawah air.
Berbagai negara dan lembaga menawarkan bantuan
kepada Filipina termasuk PBB. Topan Haiyan adalah salah satu badai terparah di
dunia yang melanda daratan. Haiyan menerjang enam pulau di Filipina Tengah pada
Jumat lalu. Haiyan berkecepatan 235 kilometer per jam dengan kekuatan tiupan
angin mencapai 275kilometer per jam dan disertai gelombang hingga setinggi. 15
meter serta hujan deras dengan curah hujan mencapai 400 milimeter di banyak
tempat.
Masih belum usai berbenah usai Topan Haiyan,
Filipina harus dihadapkan pada serangan badai yang baru. Badai Zoraida menerpa
Kota Caraga di Davao pada Selasa 12 November 2013. "Mata badai baru ini
menyentuh wilayah daratan Kota Caraga dengan kecepatan maksimum mencapai 55
kilometer per jam," Badai terbaru ini diperkirakan akan bergerak keluar
dari Filipina pada Kamis 14 November 2013. Beberapa daerah akan terkena imbas
badai tersebut.
"Daerah seperti Davao, Caraga, Mindanao
Utara, Semenanjung Zamboanga, Armm, Provinsi Cotabato, Visayas, Palawan Utara dan
Pulau Camigua, Calamian, Cuya serta Samal akan diterpa hujan yang disertai
angin dengan kekuatan menengah," Badan pengawas cuaca memperingatkan warga
di wilayah rendah akan kemungkinan terjadinya banjir bandang dan longsor.
Ini menjadi ujian terbaru bagi Filipina yang
masih terus berbenah setelah Topan Haiyan melanda Jumat 8 November 2013.
Zoraida diperkirakan akan mempersulit upaya penyelamatan yang dilakukan oleh
Pemerintah Filipina di wilayah yang terkena imbas Topan Haiyan. Pemerintah
Filipina sudah menetapkan status darurat bencana terhadap wilayah yang terkena
imbas topan. Status darurat mempermudah proses pendistribusian bantuan ke
wilayah bencana.
Nama
: Shintia Efriyani
NPM
: 26211751
Kelas
: 3EB10
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar