Senin, 30 Desember 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 Sukses Lewati 6 Tantangan Berat, Ekonomi RI Cerah di 2014

Sukses Lewati 6 Tantangan Berat, Ekonomi RI Cerah di 2014

Pemerintah menilai meskipun harus menghadapi tantangan yang sangat berat sepanjang 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 relatif lebih baik dibanding pertumbuhan di negara-negara lain. Karena itu, meskipun pada 2014 merupakan tahun politik seiring pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Presiden, perekonomian Indonesia diperkirakan justru akan makin membaik dibanding tahun ini. Berkat kerja keras kita semua termasuk Pemerintah (Pusat-Daerah), parlemen (Pusat-Daerah), dunia usaha, akademisi serta segenap elemen bangsa lainnya perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif ditengah sejumlah tantangan.
Terdapat enam tantangan strategis yang telah berhasil dilewati Indonesia dalam perekonomian nasional sepanjang 2013 antara lain:
1.     Terkait dengan upaya untuk membuat struktur fiskal tetap sehat, kuat dan berkelanjutan. Salah satu titik krusial dalam hal ini adalah keberhasilan pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Juni 2013.
2.    Terkait dengan mengelola inflasi akibat sejumlah faktor seperti dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi, volatilitas harga komoditas pangan dunia dan meningkatnya konsumsi akibat tingginya permintaan domestik.
3.    Terkait menjaga daya saing nasional khususnya usaha meningkatkan investasi di sektor riil di tengah gejolak pasar keuangan dunia. Menurut World Econmic Forum (WEF), posisi daya saing nasional pada 2013 meningkat dari posisi sebelumnya 50 meningkat
4.    Terkait dengan mitigasi dampak rencana tapering-off stimulus moneter di amerika Serikat. Dampak atas rencana ini mengakibatkan tertekannya pasar keuangan dunia ditandai dengan terdepresiasinya nilai tukar mata uang, tertekannya indeks pasar modal, tertekannya cadangan devisa meningkatnya yield obligasi dan suku bunga acuan di banyak negara emerging dan berkembang.
5.    Terkait dengan upaya untuk mengurangi defisit transaksi berjalan. Ketidak seimbangan antara permintaan domestik yang tinggi dengan masih perlu waktu dalam meningkatkan produksi nasional, membuat defisit transaksi berjalan menjadi tantangan penting bagi perekonomian nasional.
6.    Terakhir atau tantangan keenam, lanjut Firmanzah, terkait dengan upaya menjaga terus bergeraknya sektor riil utamanya sektor mikro, kecil dan menengah di Indonesia.
Terjaganya daya beli masyarakat serta perbaikan infrastruktur, membuat terus bergeraknya dunia usaha di sektor ini. Data dari Kementrian UKM dan Koperasi, sampai 14 Desember 2013, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 31 triliun dan melampui target sebesar Rp 30 triliun sepanjang 2013. Sementara BI memperkirakan terdapat kenaikan pertumbuhan kredit sektor mikro sebesar 20persen di sepanjang tahun 2013.
Terus bergeraknya ekonomi di tataran riil ini, membuat rasio kredit macet (non performing loan-NPL) perbankan nasional terjaga. Tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hingga akhir 2013 berada di kisaran 1,9% - 2,0% jauh dibawah ketentuan maksimum 5%. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) di kisaran 18% menunjukkan kecukupan modal yang tinggi seperti ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan perbankan nasional untuk memitigasi risiko-risiko seperti perlambatan ekonomi, kenaikan suku bunga, dan depresiasi nilai tukar rupiah.


Nama       : Shintia Efriyani
NPM        : 26211751
Kelas       : 3EB10


Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar