Dampak
Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli Masyarakat
Pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tidak dirasakan langsung industri minuman
ringan dalam negeri. Namun kondisi ini memunculkan kekhawatiran pelemahan
rupiah akan berdampak pada berkurangnya konsumsi masyarakat terhadap minuman
ringan siap saji.
Sampai saat ini dampaknya belum
terasa ke sisi produksi, namun yang jadi pertimbangan apakah pelemahan rupiah
ini nantinya akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Jadi yang
ditakutkan industri itu lebih kepada daya beli.
Kemungkinan penurunan daya beli
masyarakat terjadi bila pelemahan rupiah berlangsung lama dan ditambah dengan
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tidak sekuat tahun lalu. Hal ini
menjadi tantangan yang dihadapi perekonomian nasional karena perilaku konsumen
bisa saja berubah untuk lebih menjaga konsumsinya. Seperti contoh, bisa saja
ada perubahan pola dari pada membeli minuman diluar, lebih menghemat dengan
membawa minuman sendiri, atau dari pada makan direstoran yang pasti juga harus
beli minum, mereka lebih memilih untuk makan dirumah.
Sedangkan dari sisi produksi, untuk
bahan baku industri minuman ringan nasional secara umum hanya berasal dari dalam
negeri. Namun untuk bahan baku pengemasan ini yang masih mengimpor dari luar
negeri. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, pelemahan rupiah seperti
sekarang bukan tidak mungkin juga akan mempengaruhi biaya produksi dan harga
jual minuman ringan. "Masih impor itu seperti PET (polyethylene
terephthalate) dan alumunium untuk kemasan, tetapi jumlahnya tidak sebesar yang
suplai dari luar negeri jadi secara kontribusi ke biaya produksi tidak terlalu
besar. Tetapi kita akan terus awas hal ini
Nama : Shintia Efriyani
NPM : 26211751
Kelas : 3EB10
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar