Lafadz - Lafadz Yang Ringan Di Lidah
Dalam sehari, banyak kata yang
keluar dari lisan kita. Tetapi berapa banyak kata walau sepatah dua patah kata
yang menambah bekal pahala di akhirat kelak? Ya hanya sepatah dua patah kata
yang ringan di ucapkan, mudah di hafalkan dan jelas menambah keimanan kita.
Bukankah iman itu bertambah dan berkurang? Semoga kita tidak lupa untuk
mengamalkan sunnah ini dan bersemangat untuk menghafalkan dan mengamalkan do’a
dan dzikir lainnya ( yang membutuhkan waktu untuk menghafalkan dan
mengamalkannya ) yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bismillah
Untuk lafadz yang satu ini,
mungkin kita sendiri lupa entah kapan mulai mempelajarinya. Ternyata banyak
saat - saat yang kita disunnahkan untuk mengluarkan lafadz ini. Yang pertama
adalah saat hendak mulai makan. Hei…mungkin langsung ada yang bertanya-tanya,
bukankah saat hendak makan doa yang dibaca “Allahumma bariklana…?”
Jawabnya, " Bukan
sahabatku." Bahkan do’a tersebut tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hanya disebutkan dalam hadits yang lemah
riwayat dari Ibnu Sunni. Cukup dengan bismillah. Maka setan tidak akan dapat
ikut makan bersama kita.
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu,
dia berkata, " Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
" Apabila seseorang masuk
rumahnya dia menyebut Allah Ta’ala pada waktu masuknya dan pada waktu makannya,
maka setan berkata kepada teman-temannya, ‘Kalian tidak punya tempat bermalam
dan tidak punya makan malam.’ Apabila ia masuk tidak menyebut nama Allah pada
waktu masuknya itu, maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’,
dan apabila ia tidak menyebut nama Allah pada waktu makan, maka setan berkata,
" Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam." (HR. Muslim)
Adapun jika kita terlupa
membaca ‘bismillah’ di awal waktu kita makan, maka kita cukup membaca
‘bismillah awwalahu wa aakhirohu’ di saat kita ingat.
Dari Aisyah radhiallahu anhuma,
ia berkata, " Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Apabila
salah seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala ( bismillah ). Jika
ia lupa menyebut nama Allah di awal makannya, maka hendaklah ia mengucapkan :
بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَ اخِرَهُ
( Dengan menyebut nama Allah
pada awalnya dan pada akhirnya ). ( HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata,
Hadits hasan shahih )
Kita juga disunnahkan membaca
bismillah ketika kendaraan yang kita kendarai mogok. ( HR. Abu Daud, dinyatakan
shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud III/941 ).
Subhanallah
Alhamdulillah, dzikir yang satu
ini pun sudah kita hafal sejak lama. Dzikir ini dapat kita amalkan setelah
sholat sebanyak 33 kali ( HR. Bukhari dan Muslim ) atau kita dzikirkan pula
sebelum tidur sebanyak 33 kali ( HR. Bukhari dan Muslim ). Dalam satu riwayat
lain, dibaca sebanyak 34 kali sebelum tidur. Lafadz ini juga disunnahkan untuk
diucapkan ketika kita dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menurun ( HR.
Bukhari dalam al-Fath VI/135 ). Dapat pula kita ucapkan ketika kita sedang
takjub dengan kebesaran ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala ( HR. Bukhari )
Adapula lafadz tasbih lainnya
yang telah diajarkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai
berikut:
Rasulullah saw bersabda, Dua
kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan, dicintai Allah Yang Maha
Pengasih, ( yaitu ),
سُبْحَانَ الله وَ بِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الغَظِيْمِ
ّ
" Maha suci Allah dan
segala puji bagi-Nya, maha suci Allah Yang Maha Agung." ( HR. Bukhari dan
Muslim )
Pada hadits lainnya, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling
dicintai Allah adalah
سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِ هِ
( HR. Muslim ).
Alhamdulillah
Lafadz ini adalah ungkapan rasa
syukur seorang hamba kepada Rabbnya dengan memberikan pujian kepada-Nya. Lafadz
ini juga disunnahkan dibaca setelah sholat sebanyak 33 kali dan juga sebelum
tidur 33 kali.
Setelah bersin, kita juga
disunnahkan mengucapkan alhamdulillah atau alhamdulillah ‘ala kulli haal ( HR.
Bukhari ). Nah, bagi yang mendengar lafadz alhamdulillah dari orang yang
bersin, maka berikanlah do’a kepadanya, yaitu
يَر حَمُكَ اللّه
Yarhamukallah
" Semoga Allah
merahmatimu."
Kalau sudah mendapat do’a ini,
maka orang yang bersin tadi membaca
يَهْدِ يكُمُ اللّهُ و يُصلح بَالَ كُمْ
yahdikumullah wa yuslih
baalakum’
" Semoga Allah memberi
petunjuk dan memperbaiki keadaanmu."
Keutamaan dzikir alhamdulillah
dan dzikir subhanallah juga terdapat dalam hadits berikut,
“Dari Abu Malik al-Asy’ary dia
berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
" Bersuci adalah setengah
iman, الحَمْدُ لِلَّهِ memenuhi timbangan, dan سُبْجَانَ اللّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ( Maha suci Allah dan segala
puji bagi - Nya ) memenuhi antara tujuh langit dan bumi." ( HR. Muslim ).
Allahu Akbar
Sama seperti dua lafadz
sebelumnya, lafadz ini juga disunnahkan dibaca setelah sholat dan sebelum
tidur. Setelah shalat sebanyak 33 kali dan sebelum tidur sebanyak 33 kali (
dalam riwayat lain 34 kali ).
Lafadz Allahu Akbar juga sunnah
diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari ciptaan Allah ( HR.
Bukhari dalam al-Fath ). Dan tahukah saudariku, ternyata lafadz ini juga
termasuk dzikir yang sunnah diucapkan ketika dalam perjalanan dengan kondisi
jalan yang menanjak. ( HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135 )
Laa ilaha illallah
Alhamdulillah, kita semua tentu
telah melafadzkan ini karena inilah salah satu pembeda antara muslim dengan
kafir. Tentu saja pelafalan lafadz laa ilaha illallah harus disertai dengan
keyakinan hati dan pemaknaan yang benar, bahwa tidak ada ilah atau sesembahan
yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasululllah shallallahu ‘alaihi
wa sallam juga menjelaskan tentang lafadz ini dalam haditsnya,
" Sebaik-baik dzikir
adalah ada laa ilaha illallah ( tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah
).” ( HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.” )
Dan sungguh manis ganjaran
orang yang yang melafadzkan dzikir ini, sebagaimana dijelaskan oleh Rasululllah
saw,
" Barangsiapa mengucapkan
laa ilaah illallah, maka ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di
Surga." ( HR. Tirmidzi dan dia berkata, Hadits hasan. )
Sahabat semua tentu juga
mengetahui, pernah menjadi tren latah yang menyebar di berbagai kalangan. Salah
satu ciri latah ini adalah jika seseorang dikagetkan atau terkejut, maka akan
keluar kata-kata yang tidak dia sadari. Atau bahkan ia bisa dikontrol oleh
orang yang mengejutkannya sehingga berkata-kata atau bertingkah laku yang
tidak-tidak. Padahal untuk urusan yang terlihat kecil ini, ternyata telah pula
diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang yang terkejut
disunnahkan untuk mengucapkan lafadz laa ilah illallah. ( HR. Bukhari dalam
Fathul Baari VI/181 dan Muslim IV/22208 )
Masya Allah
Yang satu ini, seringkali kita
dengar dilafalkan bukan pada tempatnya. Masya Allah memiliki makna " Atas
kehendak Allah ". Lafadz ini diucapkan ketika kita takjub melihat
kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, baik berupa harta, kondisi fisik atau
yang lainnya. Dalam surat Al Kahfi, terdapat tambahan,
" Masya Allah laa quwwata
illa billah "
" Sungguh atas kehendak
Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan
Allah."
Lafadz ini juga berkaitan
dengan penyakit ‘ain. Dengan melafadzkan “ Masya Allah ” ketika kita mengagumi
kelebihan yang dimiliki orang lain, diharapkan orang tersebut tidak terkena
penyakit ‘ain disebabkan pandangan kita. Karena penyakit ‘ain ini dapat terjadi
baik kita sengaja ataupun tidak.
Nah…yang sering menarik
pandangan seseorang adalah tingkah dan fisik anak kecil yang menggoda. Pipinya
yang lucu, matanya yang nakal dan lain sebagainya. Lalu datanglah pujian dari
sanak, saudara atau teman sekitar kita. Namun kita mungkin lupa, bahwa anak juga
merupakan anugerah yang dapat terkena ‘ain. Maka, ingatkanlah orang-orang
sekitar untuk mengucapkan masya Allah ketika memberikan pujian kepada anak
kita. Begitupula dengan kita sendiri ketika memuji anak atau benda milik
seseorang, maka ucapkanlah masya Allah
ini.
Astaghfirullah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
berkata, " Pujian yang paling
tinggi adalah la ilaha illallah, sedangkan doa yang paling tinggi adalah
perkataan astaghfirullah. Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam untuk mengesakan Allah dan memohon ampunan bagi diri sendiri dan bagi
orang-orang mukmin."
Memohon ampunan dengan lafadz
ini sunnah diucapkan sebanyak 3 kali setelah selesai salam dari sholat wajib.
Kita juga dapat memohon ampunan sebanyak-banyaknya, sebagaimana banyak ayat
Al-Qur’an menunjukkan hal ini. Begitu pula dari contoh perbuatan Rasululllah
saw ( padahal beliau sudah diampuni dosanya yang telalu lalu dan akan datang ).
Rasulullah saw bersabda :
" Demi Allah, sesungguhnya
aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari
tujuh puluh kali dalam sehari." ( HR. Bukhari )
Dan sebagai wanita juga
diperintah untuk memperbanyak istighfar, sebagaimana dalam hadits berikut,
" Wahai sekalian kaum
wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena sesungguhnya aku
melihat kalian adalah kebanyakan penghuni neraka! "
Seorang wanita dari mereka
bertanya, " Wahai Rasululllah, mengapa kami menjadi kebanyakan penghuni
neraka? "
Beliau menjawab, " Kalian
terlalu banyak melaknat dan ingkar ( tidak bersyukur ) terhadap ( kebaikan )
suami, aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya bisa mengalahkan
lelaki yang berakal kecuali kalian.”
Ia bertanya, " Apa
maksudnya kurang akal dan agama? "
Beliau menjawab, "
Persaksian dua orang wanita sama dengan seorang laki-laki dan wanita berdiam
diri beberapa hari tanpa shalat."
( HR. Muslim )
Ini adalah lafadz - lafadz
dzikir yang ringan di lidah dan mudah untuk dihafal dan diamalkan, Insya Allah.
Semoga yang ringan ini juga menjadi pemicu untuk menghafal dan mempraktekkan
do’a dan dzikir-dzikir lain yang lebih panjang.
Semoga pula kita di mudahkan
oleh Allah Ta'alla dalam segala tindakan yang baik. Artikel ini sebagai
perenungan saya dan juga anda semua agar tak lupa pada kuasa Allah Swt di bumi
ini. Ada sebagian yang aku ambil dari berbagai sumber, seperti panduan tulisan
arab dan pengertian - pengertian dalam yang lain. Tak merubah pola semoga, dan
ambillah manfaatnya. Barakallahufikunna.
Nama : Shintia Efriyani
NPM : 26211751
Kelas : 3EB10
Referensi :
http://www.belantaraindonesia.org/2010/11/lafadz-lafadz-yang-ringan-di-lidah.html




.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar