REVIEW
APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)
Oleh
Melisa Rachel Hutagalung
ABSTRAK DAN PENDAHULUAN
NAMA : SHINTIA EFRIYANI
NPM : 26211751
Abstrak
Koperasi
Keluarga Besar Dinas Pendapatan Daerah (KKBD) Provinsi Jawa Barat merupakan
suatu koperasi yang bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam, unit toserba
(penjualan dan pembelian), dan sistem pergudangan yang belum tercatat dengan rapi.
Pencatatan transaksi pembelian pada koperasi ini masih menggunakan Microsoft
Excel yang dianggap kurang efektif karena dapat menimbulkan berbagai kesalahan (human
error) seperti keamanan data yang kurang terjamin, keterlambatan pencatatan
transaksi pembelian, penyimpanan berkas-berkas pembelian yang belum teratur,
serta sering terjadinya kesalahan penghitungan dalam menyusun laporan
pembelian, serta jurnal dan buku besar, sehingga dilakukan perhitungan ulang
yang juga dilakukan secara sederhana yaitu dengan memeriksa ulang setiap data
transaksi pembelian yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk membuat pencatatan
pembelian dan penghitungan fungsi-fungsi akuntansi seperti jurnal dan buku
besar yang lebih akurat, maka diperlukan suatu aplikasi berbasis web yang
menggunakan bahasa pemrograman terstruktur yaitu PHP dan MySQL. Sistem
perancangan basisdata yang digunakan dalam pembuatan aplikasi pembelian ini
menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD) dan Data Flow
Diagram (DFD). Sistem aplikasi pembelian yang dibangun pada Koperasi
Dispenda dapat mempermudah Koperasi dalam melakukan pencatatan pembelian,
penghitungan pembayaran kredit, jurnal, dan buku besar yang
lebih akurat.
1.
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat di lingkungan
masyarakat, salah satunya adalah pengolahan data secara komputerisasi. Proses
pengolahan data terkomputerisasi ini berupa pengolahan data dengan menggunakan
perangkat-perangkat, maupun sistemsistem teknologi dan komunikasi yang berlaku
di suatu perusahaan, sehingga menghasilkan suatu informasi yang berguna yang
memudahkan pengguna dalam pengolahan data-data dibandingkan dengan pengolahan
data-data yang masih manual. Pengolahan data terkomputerisasi ini dapat
menghasilkan suatu aplikasi berupa aplikasi pada bidang pembelian.
Pada kenyataannya
aplikasi pada bidang akuntansi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan memiliki
ruang lingkup yang sangat luas. Mulai dari aplikasi penjualan, aplikasi
pembelian, aplikasi persediaan barang, aplikasi penggajian, aplikasi simpan
pinjam, aplikasi piutang usaha, dan sebagainya. Aplikasi merupakan suatu
perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk
melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Dengan menggunakan aplikasi nantinya
diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menangani pengolahan data sehingga
menghasilkan suatu informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan
bagi perusahaan.
Koperasi Keluarga Besar
Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat merupakan suatu koperasi yang bergerak
dalam bidang usaha simpan pinjam, unit toserba (penjualan dan pembelian), dan sistem
pergudangan yang belum tercatat dengan rapi. Pencatatan transaksi pembelian
pada koperasi ini dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dalam
mencatat dan mengelola data-datanya. Hal ini dianggap kurang efektif karena
menyebabkan keamanan data yang kurang terjamin karena tidak adanya hak akses (login),
dan sering terjadinya kesalahan (human error) penghitungan dalam menyusun
laporan pembelian, serta penghitungan jurnal dan buku besar, sehingga dilakukan
perhitungan ulang yang juga dilakukan secara sederhana yaitu dengan memeriksa
ulang setiap data transaksi pembelian yang telah dilakukan sebelumnya.
Melihat masalah-masalah
yang dapat timbul dari sistem pengolahan data seperti di atas, maka diperlukan
sebuah aplikasi pembelian yang dapat mengatur keseluruhan proses pembelian yang
terjadi. Mulai dari hak akses yang berbeda antara unit niaga, gudang, bendahara,
maupun pembukuan, penyimpanan data-data pembelian koperasi yang lebih teratur
di dalam database, menghasilkan laporan pembelian, jurnal, dan buku
besar secara otomatis, serta dapat membantu koperasi dalam mengambil keputusan
yang berhubungan dengan pembelian. Oleh sebab itu, penulis ingin membuat suatu
aplikasi pembelian yang terkomputerisasi untuk memaksimalkan kinerja koperasi
yang nantinya mampu untuk mengumpulkan, menyimpan, maupun mengelola data-data
pembelian secara cepat dan tepat. Adapun judul proyek akhir yang akan penulis
bangun berjudul “APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT
(STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH
(KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)”.
1.2
Rumusan
Masalah
a. Bagaimana membuat aplikasi pembelian
tunai dan kredit pada KKBD?
b. Bagaimana membuat aplikasi pembelian
yang menghasilkan laporan pembelian, jurnal dan buku besar berdasarkan
transaksi-transaksi pembelian yang terjadi pada KKBD?
c. Bagaimana membuat aplikasi pembelian
yang dapat mengelola retur serta pembayaran tunai dan kredit pada KKBD?
1.3
Tujuan
a.
Membuat
aplikasi pembelian tunai dan kredit pada KKBD.
b.
Membuat
aplikasi pembelian yang menghasilkan laporan pembelian, jurnal, dan buku besar
berdasarkan transaksi-transaksi pembelian yang terjadi pada KKBD.
c.
Membuat
aplikasi pembelian yang dapat mengelola retur serta pembayaran tunai dan
kredit.
1.4
Batasan Masalah
a.
Aplikasi
ini hanya menangani proses pembelian secara tunai dan kredit yang terjadi pada
KKBD.
b.
Aplikasi
ini hanya menghasilkan laporan pembelian, jurnal umum dan jurnal khusus (jurnal
pembelian dan jurnal pengeluaran kas), serta buku besar.
c.
Aplikasi
ini tidak menangani proses persediaan barang.
1.5
Definisi Operasional
Aplikasi pembelian
merupakan suatu perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer
langsung untuk mengelola data-data transaksi pembelian yang terjadi pada KKBD.
Koperasi Dispenda merupakan koperasi yang bergerak dalam unit usaha simpan
pinjam dan toserba (pembelian dan penjualan), dimana bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan pegawai di lingkungan Dispenda. PHP merupakan bahasa
(scripting language) yang dirancang secara khusus untuk penggunaan pada
Web. MySQL merupakan salah satu jenis database server yang bersifat Open
Source, yang menggunakan SQL sebagai bahan dasar untuk mengakses
databasenya.
1.6
Metodologi Penelitian
Untuk mengatasi
kendala-kendala dalam mengembangkan sistem informasi, maka digunakanlah salah
satu model rekayasa perangkat lunak yaitu model waterfall sebagai
metodologi penyelesaian masalah.
Gambar 1.1
Model Waterfall
Tahapan-tahapan model waterfall adalah
sebagai berikut menurut (Somerville, 2004:24):
A.
Analisis
kebutuhan dan pendefinisiannya
Pada tahap
ini dilakukan pengumpulan kebutuhan elemen-elemen di tingkat perangkat lunak.
Dengan analisis harus dapat ditentukan domain-domain data atau informasi fungsi
proses atau prosedur yang diperlukan beserta unjuk kerjanya, dan antarmuka. Hasilnya
berupa spesifikasi kebutuhan perangkat lunak.
B.
Perancangan
sistem dan perangkat lunak
Pada tahap
perancangan kebutuhan-kebutuhan perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap
analisis ditranformasikan ke dalam bentuk arsitektur perangkat lunak yang
memiliki karakteristik mudah dimengerti dan tidak sulit untuk diterapkan.
C.
Implementasi
dan unit testing
Tahap ini
melakukan penerapan hasil rancangan ke dalam baris-baris kode program yang
dapat dimengerti oleh komputer.
D.
Integrasi
dan pengujian sistem
Setelah
perangkat lunak selesai diterapkan pengujian dapat segera dimulai. Pengujian
terlebih dahulu dilakukan pada setiap modul. Jika tidak ada masalah, modul
tersebut akan diintegrasikan hingga membentuk perangkat lunak secara utuh.
Kemudian dilakukan pengujian di tingkat perangkat lunak yang memfokuskan pada
masalah-masalah logika internal, fungsi internal, potensi masalah yang mungkin
terjadi dan pemeriksaan hasil apakah sudah sesuai dengan permintaan.
E.
Pengoperasian
dan Perawatan
Dalam masa
operasional sehari-hari suatu perangkat lunak mungkin saja mengalami kesalahan
atau kegagalan dalam menjalankan fungsi-fungsinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar