Tugas Softskill Bahasa Indonesia
Shintia Efriyani
26211751
3EB10
Dampak
Ekonomi Penyelenggaraan Miss World
Ajang tahunan khusus perempuan di seluruh dunia akan
segera digelar pada 28 September 2013. Pemerintah pun mendukung penyelenggaraan
ajang tersebut dan menjamin keamanan bagi para kontestan. Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan berkat
diselenggarakannya acara ini di Indonesia, maka dipastikan kunjungan wisatawan
mancanegara akan membludak. Tentu saja ini menjadi berita baik untuk Indonesia,
mengingat keberhasilan penyelenggaraan acara ini bisa menjadi catatan
tersendiri bagi negara Indonesia. Dunia pun akan menyorot Indonesia. Penyelenggaraan
Miss World memberikan dampak positif bagi Indonesia sendiri, termasuk untuk
pertumbuhan ekonomi lokal. Tercatat, 14 persen dari penduduk di seluruh dunia
menontonnya setiap tahun.
Ajang Miss World yang diadakan pada tanggal 28 September
2013 lalu juga menuai penolakan dari berbagai kalangan. Mereka yang menolak
diselenggarakannya Miss World karena mempermasalahkan pakaian yang akan
dikenakan para finalis. Pihak penyelenggara
sebelumnya menegaskan acara tersebut akan menampilkan berbagai keragaman budaya
dan keindahan Indonesia. Mulai dari kuliner, pemandangan alam, kultur hingga
pakaian. Mereka juga menegaskan tidak akan ada kontes bikini dalam ajang
tersebut. Tetapi tetap saja hal tersebut tetap menuai penolakan dari berbagai
pihak.
Misalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan rentetan aksi penolakan Miss
World di Indonesia tidak akan berakhir antiklimaks atau hilang seiring tetap
digelarnya ajang Miss World 2013 di Bali. MUI mengkhawatirkan para peserta akan mengumbar aurat.
Penolakan ini dijawab oleh pemerintah yang mengatakan bahwa peserta Miss World
tidak akan mengenakan pakaian yang dianggap tidak sesuai dengan budaya
Indonesia. Sebagai gantinya para finalis akan mengenakan pakaian nasional
Indonesia.
Pengamat hubungan internasional Universitas Udayana menilai
penyelenggaraan kontes kecantikan "Miss World" tidak menguntungkan
bagi Indonesia secara ekonomis. Ajang tersebut hanya menguntungkan elite
politik tertentu yang memiliki kaitan langsung dengan pebisnis atau
penyelenggara, ajang tersebut hanya akan memosisikan Indonesia dikenal sebagai
negara liberal. Kegiatan itu untuk mempromosikan pariwisata, dampaknya sangat
kecil, kontes tersebut lebih mengedepankan eksploitasi fisik kaum perempuan
dari berbagai negara peserta. Tentu para penonton menikmati keindahan tubuh
perempuan yang mengenakan busana elegan. Demikian juga bagi masyarakat Bali,
ajang tahunan yang digelar berpindah-pindah antarnegara itu tidak memberikan
dampak positif secara ekonomi.
Tidak hanya menuai penolakan dari berbagai
kalangan tetapi ajang tersebut juga harus dipindah lokasikan. Agenda puncak
penyelenggaraan Miss World 2013 yang rencananya digelar di Sentul dipindahkan ke
Bali. Dengan demikian pemerintah meminta pagelaran Miss World 2013 sepenuhnya
digelar di Bali.
Walaupun penyelenggaraan Miss World menuai
penolakan dari berbagai kalangan tapi terdapat sisi positif dari penyelenggaraan
acara tersebut. Indonesia lebih dikenal dunia. Kebudayaan, tempat-tempat
wisata, makanan, pakaian adat dan lain-lainnya lebih diketahui oleh orang
banyak. Jadi, baik atau buruknya dampak penyelenggaraan Miss World 2013 kita
berharap dengan diadakannya ajang ini di Indonesia dapat membantu pariwisata
Indonesia dan dapat meningkatkan pendapatan. Tetapi jika pun tidak diadakanya
Miss World di Tanah Air, Indonesia mampu memperlihatkan budaya dan keindahan
alam yang kita miliki.
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailopiniindex&kid=1&id=7862
http://www.islampos.com/presiden-sby-batalkan-miss-world-demi-martabat-perempuan-indonesia-77066/
http://politik.kompasiana.com/2013/09/01/dampak-positif-event-miss-world-2013-di-bali-588884.html
http://www.merdeka.com/artis/pemerintah-banyak-dampak-positif-miss-world-2013.html
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/09/09/msuh67-pengamat-miss-world-tidak-untungkan-indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar