Shintia Efriyani
26211751
3EB10
Sejarah Klub Sepak Bola Liverpool
Liverpool
Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga
Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah
persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kotaLiverpool. Liverpool telah
memenangkan 5 trofi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang
merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7
kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang
terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.
Sejarah Liverpool
Kejayaan Liverpool bersama Bill
Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia
menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya
pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC.
Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau
memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara
Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu
tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani
klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi
Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan
tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny
Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda
yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan
menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang
pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil
mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan
juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola
Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi.
Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel.
Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool
FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung
Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola
Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang
mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi
6 tahun.
Pada masa kepemimpinan Kenny
Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan
juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan
juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari
UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala
Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny
Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough.
Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15
April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion
yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas
stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1
Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian
lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi
Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai
faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya.
Dikenal dengan
sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini
adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya
antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan
undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan
tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan
Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang
menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan
pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat
mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat
dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh
Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam
menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh
pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme
Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang
sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain
maupun manajer.
Perginya 'King' Kenny Dalglish
dan 2 tragedi yang mengerikan ( Heysel dan Hillsborough ) sepertinya memberikan
trauma, hukuman atau kutukan yang mendalam bagi Liverpool Football Club.
Kedatangan Graeme Souness pun tidak mengubah peruntungan Liverpool FC. Walaupun
Souness bisa memberikan gelar Piala FA pada tahun 1992, tetapi dengan kebijakan
transfer pemain yang kurang baik dan penerapan strategi yang sedikit
membingungkan menjadikan Liverpool tampil tidak konsisten pada musim itu. Hal
lain yang memperburuk hubungan Souness dan Liverpudlian adalah ketika Souness
menceritakan proses pemulihan kesehatannya pasca operasi jantung kepada koran
The Sun. Seperti diketahui bahwa masyarakat di Merseyside memboikot koran The
Sun yang sering memojokkan Liverpudlian mengenai tragedi Hillsborough. Pada 28
Januari 1994 Graeme Souness akhirnya mengundurkan diri sebagai manajer
Liverpool FC setelah tersingkir dari Piala Liga dan Piala FA. Pelatih Roy Evans
ditunjuk sebagai manajer Liverpool FC selanjutnya. Liverpool FC berada di
urutan ke 8 klasemen hasil terburuk selama 29 tahun terakhir. Walaupun secara
raihan gelar juara Graeme Souness tidak sukses, tetapi pada masa
kepemimpinannya banyak lahir talenta muda diantaranya : Robbie Fowler,
Steve McManaman, Jamie Redknapp, Rob Jones dan David James.
Manajer Liverpool selanjutnya
adalah pelatih senior Roy Evans yang sudah bersama Liverpool FC selama lebih
dari 30 tahun. Pada musim 1994/95 Liverpool menduduki peringkat 5 Liga Primer
Inggris dan berhasil menjuarai Piala Liga dengan mengalahkan Bolton Wanderers
dengan skor 2-1. Roy Evans berhasil mengembalikan ciri khas permainan Liverpool
yaitu 'pass and move'. Tetapi permainan apik dan indah Liverpool FC pada masa
ini tidak diimbangi determinasi dan agresifitas yang memadai dari para
pemainnya, sehingga Liverpool pada masa Roy Evans sering disebut 'Spice Boys'.
Selain semakin matangnya pemain seperti : Robbie Fowler, Steve McManaman
dan Jamie Redknapp, pada masa kepelatihan Roy Evans muncul bakat muda bernama
Michael Owen yang berhasil mencetak 18 gol dan menjadi PFA Young Player of the
Year Award pada tahun 1998.
Pada musim kompetisi 1998/99
Liverpool FC menarik pelatih asal Prancis Gerard Houllier untuk berpartner
dengan Roy Evans sebagai 'joint manager'. Pada tahun ini Liverpool FC
berhasil meraih Piala Liga, Piala FA, Piala UEFA, Piala Charity Shield dan
Piala Super UEFA. Keberhasilan ini memunculkan secercah harapan bagi Liverpool
untuk dapat meraih gelar juara Liga Inggris yang terakhir diraih pada tahun
1990. Pada tahun 2003 Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga dan menduduki
peringkat ke 4 pada musim 1993/94 sehingga berhak mengikuti kualifikasi Liga
Champions. Walaupun berhasil memberikan sejumlah gelar buat Liverpool FC,
tetapi taktik bertahan yang diterapkan Gerard Houllier dianggap tidak bisa bersaing
untuk meraih gelar Liga Inggris. Taktik bertahan dan mengandalkan serangan
balik sangat mudah diantisipasi oleh lawan, sehingga pada 24 Mei 2004 Gerard
Houllier digantikan oleh Rafael Benitez.
Rafael Benitez datang ke
Liverpool FC setelah berhasil membawa Valencia menjadi juara Liga Spanyol 2
kali dan juara Piala UEFA. Harapan Liverpudlian untuk menjadi juara Liga
Inggris kembali membumbung tinggi setelah Benitez berhasil membawa Liverpool FC
menjuarai Liga Champions untuk yang ke 5 kalinya. Pada final yang dikenang
sebagai partai terhebat sepanjang masa, Liverpool FC berhasil mengalahkan AC
Milan setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Tetapi gol dari kapten Steven
Gerrard, Vladimir Smicer dan penalti Xabi Alonso berhasil membawa Liverpool FC
ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Kiper Liverpool FC Jerzy Dudek
menjadi pahlawan setelah berhasil menahan tendangan penalti Shevchenko.
Kemenangan pada partai final Liga Champions inilah yang menjadi alasan kapten
dan legenda hidup Liverpool FC Steven Gerrard untuk tidak pindah ke klub lain.
Keputusan yang disambut gembira oleh para Liverpudlian. Liverpool FC kemudian
dibawa Rafael Benitez untuk menjadi juara Piala Super Eropa dengan mengalahkan
juara Piala UEFA CSKA Moskow dengan skor 3-1. Piala FA tahun 2006 menjadi piala
terakhir yang dipersembahkan oleh Rafael Benitez untuk Liverpool FC. Dalam
perjalanan menuju final piala FA, Liverpool FC mengalahkan Luton Town dengan
skor 5-3, MU 1-0, Birmingham City 7-0 dan mengalahkan Chelsea 2-1 di semi-final.
Di partai final Liverpool FC berhasil mengalahkan West Ham United dengan Steven
Gerrard sebagai Man Of The Match. Steven Gerrard memberi umpan untuk gol
pertama, melakukan tendangan voli untuk gol ke 2 dan melakukan tendangan jarak
jauh yang fenomenal pada menit ke 91. Dengan skor 3-3 akhirnya pertandingan
dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Walaupun selama
pertandingan kiper Pepe Reina beberapa kali melakukan kesalahan fatal, tetapi
pada saat adu penalti berhasil menahan 3 dari 4 tendangan pemain West Ham
United. Final Piala FA ini disebut sebagai 'Final-nya Gerrard' dan dicatat
sebagai partai final terbaik di era modern Piala FA. Setelah memenangi Piala
Community Shield tahun 2006 dan berhasil mencapai final Liga Champions 2007, musim-musim
berikutnya menjadi musim tanpa gelar bagi Rafael Benitez dan Liverpool FC.
Satu-satunya kabar yang menggembirakan bagi Liverpudlian adalah kembalinya
'King' Kenny Dalglish untuk membidani Liverpool FC Youth Academy pada tahun
2009. Akhirnya Rafael Benitez berhaenti pada tanggal 3 Juni 2010 dan digantikan
oleh Roy Hodgson. Pada masa kepemimpinan Rafael Benitez, Liverpool FC mengalami
2 kali peralihan kepemilikan klub. Yang pertama pada tahun 2007 ketika dibeli
oleh George Gillett and Tom Hicks dan pada tahun 2010 ketika Liverpool FC di
ambil alih New England Sports Ventures milik John W. Henry.
1 Juli 2010 Roy Hodgson resmi
menangani Liverpool FC selama tiga tahun. Pada keterangan pers Roy Hodgson
mengatakan sangat bangga bisa menangani klub sebesar Liverpool FC dan tidak
sabar untuk bertemu dengan para pemain, Liverpudlian dan ingin segera bekerja
di Melwood. Tetapi situasi di Liverpool FC pada saat itu masih sangat tidak
menentu karena sedang dalam masa peralihan kepemilikan. Hiruk pikuk berita tentang
kebangkrutan klub dan proses peralihan yang berkepanjangan sangat memengaruhi
suasana di Liverpool FC pada saat itu. Liverpool FC pun akhirnya mengawali
musim 2010/11 dengan sangat buruk. Sampai pertengahan bulan Oktober Liverpool
FC berada di zona degradasi dan kalah dari klub divisi II Northampton Town.
Tepatnya 8 Januari 2011 'King'
Kenny Dalglish resmi menjabat sebagai manajer Liverpool FC untuk yang ke 2
kalinya.
Era keemasan
Liverpool sangat dominan pada
tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang terkenal pada masa
ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme
Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan
Hansen, Kenny Dalglish (102 cap),
dan Ian Rush (346 gol)
Liverpool meraih era terbaiknya
saat masih dikepalai oleh Bill Shankly. Pelatih ini kemudian menjadi
legenda Liverpool. Ia sangat dihormati karena berhasil membawa Liverpool
kembali ke divisi satu setelah sebelumnya mendekap di divisi dua selama 8
musim. Untuk menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.
Pencapaian
Total Liverpool telah mengoleksi
18 tropi Liga Utama Inggris. Selama 16 tahun Premiere League bergulir, Liverpool belum pernah
memenangkan title tersebut sekalipun. Liverpool memegang rekor 7 tropi
juara Piala Liga, selisish 2 dengan Aston Villa. Liverpool pernah
meraih gelar ganda dengan menjuarai Liga dan Piala FA pada tahun
1986. Mereka juga pernah memenangkan tiga trophi dalam satu musim sebanyak 2
kali - yang pertama mereka memenangkan Liga Inggris, Piala Liga dan Piala
Champion pada tahun 1984, serta pada tahun 2001 dengan meraih Piala FA,
Piala Liga dan Piala UEFA. Liverpool juga pernah meraih gelar ganda eropa
dengan menjuarai Liga dan Piala Champion eropa pada tahun 1977.
Hingga saat ini Liverpool telah
mengkoleksi 5 tropi Liga Champion yang merupakan terbanyak di Inggris
serta ketiga terbanyak di dari seluruh klub dibawah Real
Madrid dan AC Milan. Dengan meraih tropi Liga Champion ke 5 pada
tahun 2005, Liverpool berhak mengenakan UEFA
Badge of Honour, serta berhak memiliki tropi secara permanen.
Liverpool pernah menerima anugerah dari World Soccer Magazine sebagaiTeam of the Year pada 2001 dan 2005
serta gelar BBC Sports Personality of
the Year Team pada 1977, 1986 dan 2001.
Liverpool adalah klub terbaik
Inggris abad 20 menurut International Federation of Football History and
Statistics (IFFHS). Untuk Level dunia, Liverpool berapa di urutan ke 8 setelah
Real Madrid, Juventus, Barcelona, AC Milan, Bayern Munchen, Inter Milan &
Ajax. adapun Manchester united yang telah mendominasi Liga Inggris selama 2
dekade terakhir berapa di posisi ke 11 di bawah Liverpool, Benfica dan
Anderlecht.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar