Lebih Hemat, Pemerintah Impor Listrik
Untuk menghemat biaya produksi listrik, pemerintah Indonesia
melalui PT PLN (Persero) akan mengimpor listrik dari Malaysia. Listrik dari
Negeri Jiran tersebut akan dialiri ke Kalimantan Barat. Impor listrik
lebih menghemat biaya dibandingkan penggunaan pembangkit Berbahan Bakar Minyak
(BBM). PLN mencatat biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi listrik di wilayah
Kalimantan mencapai Rp 3.500 per Kwh sementara listrik impor hanya Rp 900 per
Kwh. "Kalau dengan cara sekarang kalimantan Barat 100% pakai BBM, sekarang
kita punya kebijakan dari Malaysia Rp 900 per kwh, mengganti permbangkit dari
BBM, ini menghemat kalau BBM 3500 per kwh, BBM juga impor jadi sama-sama
impor,"
Impor listrik tersebut akan mulai dilakukan pada akhir 2014. Saat
ini pihaknya sedang menyiapkan transmisi penghubung kelistrikannya. Untuk
tahap pertama, listrik impor yang dialiri berkapasitas 50 Mega Watt (Mw) dan
bisa dinaikkan menjadi 200 Mw. "Impor sebagai pelengkap saja tahap pertama
50 Mw akan bisa dinaikan 200 Mw," tuturnya. PLN memastikan
kebijakan impor listrik kali ini hanya bersifat sementara. Perusahaan mengaku
sudah memulai membangun pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan menggunakan
energi batu bara, dan akan beroperasi dua tahun kemudian. "Pembangkit
BBM akan diganti dua tahun ada pembangkit batubara yang mau jadi. PPA sudah
tandatangan tahun kemarin sudah pasang transmisi sedang dibangun,"
Meski mulai sering terjadi, pemerintah
memastikan pemadaman listrik yang terjadi selama ini berlangsung dalam waktu
yang Singkat. "Pasokan cukup, marginnya cukup. sekarang tinggal gimana
jaringan itu aman," tuturnya. ESDM mengimbau PLN untuk segera melakukan
perawatan jaringan listrik dengan baik selain itu saat memasuki musim hujan, PT
PLN (Persero) telah melakukan peningkatan pelayanan untuk mengatasi gangguan. "Jaringan
itu kan harus dirawat dengan baik sehingga dia selalu bisa stand by untuk
menyalurkan listrik," pungkasnya.
PT PLN Ditribusi Jakarta Raya (Disjaya)
melakukan langkah antisipasi, saat memasuki musim penghujan, hal ini untuk
meminimalisir resiko kerusakan jaringan kelistrikan yang disebabkan oleh hujan
atau banjir. Langkah antisipasi yang dilakukan anak usaha PLN saat memasuki
musim hujan adalah menambah frekuensi pengawasan aset jaringan PLN. Selain itu
PLN Disjaya juga telah melakukan peninggian beberapa gardu dan gardu susun hal
ini bertujuan untuk mengantisipasi jika wilayah disekitar gardu tersebut
terjadi banjir, sehingga dengan ditinggikan air tidak mudah masuk ke dalam
gardu. "Untuk antisipasi banjir terkait aset PLN kami melakukan inspeksi,
peninggian beberapa gardu, pembangunan beberapa gardu susun,"
Nama :
Shintia Efriyani
NPM :
26211751
Kelas :
3EB10
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar