Sukses
Lewati 6 Tantangan Berat, Ekonomi RI Cerah di 2014
Pemerintah menilai meskipun harus
menghadapi tantangan yang sangat berat sepanjang 2013, pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada 2013 relatif lebih baik dibanding pertumbuhan di negara-negara
lain. Karena itu, meskipun pada 2014 merupakan tahun politik seiring
pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Presiden, perekonomian Indonesia diperkirakan
justru akan makin membaik dibanding tahun ini. Berkat kerja keras kita semua
termasuk Pemerintah (Pusat-Daerah), parlemen (Pusat-Daerah), dunia usaha,
akademisi serta segenap elemen bangsa lainnya perekonomian Indonesia tetap
tumbuh positif ditengah sejumlah tantangan.
Terdapat enam tantangan strategis yang
telah berhasil dilewati Indonesia dalam perekonomian nasional sepanjang 2013
antara lain:
1. Terkait dengan upaya untuk membuat
struktur fiskal tetap sehat, kuat dan berkelanjutan. Salah satu titik krusial
dalam hal ini adalah keberhasilan pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan
Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Juni 2013.
2. Terkait dengan mengelola inflasi akibat
sejumlah faktor seperti dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi, volatilitas
harga komoditas pangan dunia dan meningkatnya konsumsi akibat tingginya
permintaan domestik.
3. Terkait menjaga daya saing nasional
khususnya usaha meningkatkan investasi di sektor riil di tengah gejolak pasar
keuangan dunia. Menurut World Econmic Forum (WEF), posisi daya saing nasional
pada 2013 meningkat dari posisi sebelumnya 50 meningkat
4. Terkait dengan mitigasi dampak rencana tapering-off
stimulus moneter di amerika Serikat. Dampak atas rencana ini mengakibatkan
tertekannya pasar keuangan dunia ditandai dengan terdepresiasinya nilai tukar
mata uang, tertekannya indeks pasar modal, tertekannya cadangan devisa
meningkatnya yield obligasi dan suku bunga acuan di banyak negara emerging dan
berkembang.
5. Terkait dengan upaya untuk mengurangi
defisit transaksi berjalan. Ketidak seimbangan antara permintaan domestik yang
tinggi dengan masih perlu waktu dalam meningkatkan produksi nasional, membuat
defisit transaksi berjalan menjadi tantangan penting bagi perekonomian
nasional.
6. Terakhir atau tantangan keenam, lanjut
Firmanzah, terkait dengan upaya menjaga terus bergeraknya sektor riil utamanya
sektor mikro, kecil dan menengah di Indonesia.
Terjaganya daya beli masyarakat serta
perbaikan infrastruktur, membuat terus bergeraknya dunia usaha di sektor ini.
Data dari Kementrian UKM dan Koperasi, sampai 14 Desember 2013, realisasi
penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 31 triliun dan melampui target
sebesar Rp 30 triliun sepanjang 2013. Sementara BI memperkirakan terdapat
kenaikan pertumbuhan kredit sektor mikro sebesar 20persen di sepanjang tahun
2013.
Terus bergeraknya ekonomi di tataran riil
ini, membuat rasio kredit macet (non performing loan-NPL) perbankan nasional
terjaga. Tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hingga akhir 2013
berada di kisaran 1,9% - 2,0% jauh dibawah ketentuan maksimum 5%. Sementara
rasio kecukupan modal (CAR) di kisaran 18% menunjukkan kecukupan modal yang
tinggi seperti ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan perbankan nasional untuk
memitigasi risiko-risiko seperti perlambatan ekonomi, kenaikan suku bunga, dan
depresiasi nilai tukar rupiah.
Nama :
Shintia Efriyani
NPM :
26211751
Kelas :
3EB10
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar