Harapan Masyarakat
Indonesia Terhadap Era Globalisasi
Anak-anak
Indonesia dan harapan masa depan bangsa tergantung kepada kita sekalian,
bagaimana kita menjaga mereka dan mensejahterakan mereka. Kepedulian kita
terhadap anak seharusnya tidaklah luntur termakan arus globalisasi seperti
sekarang ini, kita tidak boleh ikut tergerus dengan kemajuan jaman globalisasi yang ada. Kita harus tetap berpegang teguh terhadap
agama dan kepercayaan masing-masing, Pancasila, UUD 1945, dan ajaran-ajaran
baik nenek moyang kita.
Sebagai bangsa yang majemuk dengan
keberagaman semua hal yang ada, kita dihadapkan pada sebuah fenomena sikap
masyarakat yang sudah tergeser jauh dari norma perilaku dan aturan-aturan yang
ada. Masyarakat sekitar kita sudah tidak lagi peduli terhadap anak anaknya
sendiri terutama untuk kehidupan keluarga yang tinggal di perkotaan. Orang tua
mereka hanya memperdulikan pekerjaannya daripada mengurusi anaknya sendiri,
memang alasan mereka benar yaitu untuk menghidupi keluarganya setiap hari,
tetapi bukanlah itu hal yang salah memperdulikan perkerjaan secara berlebihan
tetapi dilain sisi menelantarkan anaknya dalam “ hal kasih sayang dan
pengawasan sebagai orang tua” tak sepatutnya orang tua seperti itu
memperlakukan anaknya karena anak anugerah sebuah keluarga.
Bukan hanya itu
saja kehidupan di pedesaan pun juga tergeser dengan norma-norma dan perilaku
yang tidak baik, masih banyak orang-orang pedesaan yang menganggap keberadaan
anak hanyalah membebani kehidupan mereka. Dengan berbagai cara orang tua ini
menghalalkan semua cara untuk cepat-cepat melepaskan beban anaknya sendiri,
menjual anak sendiri dan mempekerjakannya adalah salah satu cara yang
dilakukannya.
Ini
sungguh-sungguh orang tua yang tidak tahu tentang arti penting
keberadaan anak untuk kepentingan keluarga dan untuk
kepentingan bangsa dan negara, mereka hanya tahu anak-anak mereka adalah sumber
dari penghasilan mereka. Orang-orang tua
seperti mereka pasti bertanya-tanya apa arti penting anak-anak terhadap bangsa
dan negara ini, tidak lain jawabannya adalah satu yaitu sebagai generasi
penerus bangsa yang melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya.
Pembangunan
karakter sikap dan pikiran anak-anak ini adalah penting adanya, karena
bagaimana mau membangun bangsa ini lebih bermartabat bila input anak-anaknya
sendiri tidak baik, bagaimana mau mendapatkan output yang berkualitas jika
input yang ada tidak dapat membawa bangsa ini lebih maju kedepannya .
Pendidikan adalah
hal yang utama dari pembentukan karakter sikap dan pikiran anak-anak ini,
melalui pendidikan mereka dapat mengetahui dan mempelajari hal-hal yang baru. Sehingga
nantinya dapat berimplikasi terhadap kehidupan mereka kedepannya.
Pembangunan
lingkungan yang baik juga penting adanya, bagaimana anak-anak ini berubah
menjadi baik jika lingkungan yang mereka tinggali tidak layak dijadikan
tempat hidup. Bagaimana bisa membangun sikap yang baik kepada anak jika
lingkungan sekitar tetap mengajarkan hal-hal yang tidak baik.
Melihat ulasan
diatas lantas apa hubungannya anak-anak ini dengan pembangunan bangsa dan
negara yang lebih bermartabat, tidak lain hanya satu yaitu menjadikan anak-anak
ini kader-kader bangsa penerus perjuangan pembangun bangsa yang lebih
maju. Dan hasil dari pembangunan bangsa yang lebih maju adalah kesejahteraan
bangsa akan tercapai secara menyeluruh dan dapat dirasakan oleh masyarakat sepenuhnya.
Dengan adanya kesejahteraan semua masyarakat maka
akan menjadikan bangsa ini kuat dari segi apapun, menjadikan bangsa ini lebih
bermartabat di mata dunia, menjadikan bangsa ini mempunyai posisi strategis di
percaturan ekonomi dunia. Dan menjadikan bangsa ini bangsa yang besar dengan
segala kemajemukan yang ada.
Kepeduliaan
terhadap anak harus kita galakkan mulai dini, karena pada awal-awal inilah
pembentukan karakter dapat cepat diterapkan pada anak itu sendiri. Input yang
berkualitas tentu saja menghasilkan output yang berkualitas juga.
Nama :
Shintia Efriyani
NPM :
26211751
Kelas :
3EB10
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar